Bagaimakah adab imam setelah salam dari sholat fardhunya termasuk adab wiridnya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuhu

Semoga Allah swt. selalu melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya kepada Habib dan keluarga.

Ya Habib, ada bbrp hal yg mengganjal di pikiran saya perihal wirid setelah sholat fardhu.
Saya pernah melihat dan mendengar bacaan wirid setelah fardhu seorang imam dgn suara (maaf) agak kencang sehingga terdengar hingga agak jauh dr masjid, sehingga apabila ada makmum (jamaah) sholat datang terlambata maka dia akan terganggu dgn suara wirid sang imam tersebut.
Ada juga seorang imam yg membaca wirid tersebut dgn suara sedang dan agak lirih namun makmum bisa mendengar dgn jelas.

Dan saya pernah membaca di sebuah buku adab seorang imam setelah salam dari sholat fardhu maka dia "harus" membalikkan badannya menghadap ke makmum.

Yang ingin saya tanyakan adalah;
1. Bagaimakah adab imam setelah salam dari sholat fardhunya termasuk adab wiridnya 

2. Perihal doa, saya pernah membaca di Kitab karya Imam Al-Ghazali bahwa doa yg didengar oleh Allah adalah di mulai dan diakhir dgn sholawat. Krn Allah pasti mendengar doa yg berada di kedua sholawat tersebut. dan dibagian lain dari " kitabIhya" saya pernah membaca juga adab doa adalah di mulai dgn pujian kepada Allah lalu bersholawat dan diakhiri dgn doa kita.

Mohon bantuan Habib untuk memberikan adab doa yg baik dan benar kepada ana yg lemah pemahamannya ini.

Semoga Allah membalas semua perhatian dan curahan ilmu Habib di media ini dan semoga Habib selalu di jaga kesehatnnya oleh Allah sehingga dapat meneruskan dakwahnya.


Wassalamualaikum wrwb.

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan Anugerah Nya semoga selalu menerangi hari hari anda,

mengenai Doa setelah shalat memang ad hadits shahih bahwa Rasul saw setelah salam, membaca Laa ilaaha illallahu wahdahu Laa Syariikalah, Lahulmulku walahuljhamdu wahuwa alaa kulli syai'in Qadir 10 X, riwayat lain 7 X, dan riwayat lain membaca Allahumma Ajirna minannar, riwayat lain dg dzikir yg lain, dan Rasul saw membaca nya dengan suara keras, namun tentunya bukanlah berteriak teriak hingga merusak ketenangan doa dan munajat, namun bukan pula terlalu pelahan karena dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa sahabat mendengarnya dengan suara yg jelas.

mengenai menghadap jamaah saat berdoa merupakan sunnah, bukanlah wajib, disunnahkan menghadap kekanan, tidak menghadap hadirin dengan membelakangi Kiblat dan tak pula membelakangi makmum, tapi menghadap kekanan barulah ia berdoa, demikian hal yg diajarkan, namun adapula riwayat menghadap kepada jamaah atau yg tetap menghadap kiblat.

memang disunnahkan berdoa dengan mengawalinya dg pujian kepada Allah dan Shalawat atas Nabi saw.

anda dapat merujuk pada kitab Al Adzkar oleh Imam Nawawi yg menjelaskan sejelas jelasnya mengenai hadits hadits akan hal diatas, 
demikian saudaraku yg kumuliakan.

wallahu a'lam